senyuman antik :p

senyuman antik :p
1 senyuman dapat menghapus 10 kesedihan, jadi tersenyumlah hingga semua kesedihanmu terhapuskan ! :)

Selasa, 25 Januari 2011

unknown title

Hujan.. Sungguh aku senang sekali suasana hujan. Gemercik air yang turun dari langit sore itu benar-benar membuat hatiku nyaman. Setelah kepergiannya yang begitu membuat hatiku terluka, setelah sikapnya yang membuat hati ini begitu dingin (lebayy.. hahah)..  kini ku tatap sore mendung itu begitu ramah.. Ya ramah kurasa. Dari kecil aku sangat senang dengan hujan dan selalu seperti itu, bahkan sampai detik ini mungkin hingga nanti, aku akan tetap menyukai hujan. Banyak sekali kisah yang tak dapat kuceritakan satu persatu. Tapi, kisah itu yang selalu bersangkutan dengan hujan. Kesedihan, kekecewaan, hingga kebahagiaan kudapati bersama hujan.
Sore itu, aku baru saja tiba dari sebuah kota yang begitu padat penduduknya. Ya penduduknya sangat padat, bahkan bisa kubilang terlalu padat. Aku tiba dikota yang begitu ramah, hangat, dan tenang suasananya. Kali ini aku tiba bukan dengan perasaan gembira, senang, maupun ceria. Tapi dengan wajah polos yang sedang menyembunyikan rasa takut dibalik wajah polos itu. Setelah sampai diterminal yang mulai sepi, aku jalan menyendiri dipinggiran trotoar. Aku mulai merasakan perasaan yang begitu kosong. AKu berharap ada seseorang yang menghampiriku. Dia.. dia yang kuharapkan. Aku hanya tersenyum kecut, arena itu tak mungkin terjadi. Gelap mulai menampakkan dirinya, tanda malam kan tiba. Tapi aku tetap berjalan melangkah, “sangat sepi  disini” gumamku. Aku melangkah perlahan-lahan tak tentu arah. Aku kenal sekali dengan setiap sudut tempat ini. Tapi aku tetap merasa asing.  Hujanpun turun. Disaat kebanyakan berlari gaduh mencari tempat untuk meneduh, aku hanya melirik mereka sambil meneruskan langkahku. Langkah? Langkah yang tak tentu arah. Orang-orang disebrang trotoar mendapatiku berjalan sendirian ditengah hujan. “Orang aneh!” ada yang mengatakanku seperti itu. Tapi aku hanya tersenyum kecut mendengar kalimat pujian itu. Sesaat aku terbangun dari lamunanku ditengah hujan. Aku, ditempat ini, tempat yang pernah aku kunjungi, tempat yang sama, suasana yang sama. “Aku sangat suka tempat ini, tapi dulu. Sekarang aku hanyalah kenangan bagi tempat ini. Maaf terbalik. Tempat ini hanyalah kenangan bagiku. Tidak lebih.” Aku berkata setengah berteriak pada diriku. Aku mulai menangis. Aku ingat, sangat ingat jelas, aku yang dulu seorang gadis yang dikenal periang, kini aku hanyalah seorang gadis pendiam. Aku memang dikenal gadis si pemurah senyum. Tapi mereka tidak tahu. Tidak tahu aku yang sebenarnya. Mereka hanya melihat bungkusan wajahku saja. Tapi mereka tak pernah melirik keadaanku. Tapi apa pantas aku menyalahkan mereka. Bukan mereka yang salah. Yang salah yaitu ada apa dengan diriku? Kenapa aku jadi begini? Kenapa harus serapuh ini? L. Aku harus mengadu pada siapa lagi. Semua orang menutup telinganya untukku. Mereka terlalu bosan mendengarkan keluhanku yang itu-itu saja. Tapi aku bisa apa?!!!

Senin, 24 Januari 2011

Papa :)

Selama ini kita selalu menuliskan cerita cerita perjuangan seorang ibu untuk anaknya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak keci,Papa biasanya mengajari buah hati kecilnya naik sepeda.Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu.Kemudian Mama bilang “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”,Mama takut anak yang di sayanginya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu sikecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”Tahukah kamu, Papa Melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja,Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakata “TIDAK BOLEH!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga.Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu!

Ketika saat seorang pacar mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu. Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir.

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut,ketika melihat sikecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa sikecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi anak dewasa dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT,kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka dan mainan baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan.

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ sikecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang” Sampai saat seorang belahan jiwamu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.
Karena Papa tahu.

Bahwa lelaki/wanita itulah yang akan menggantikan posisin dan perhatiannya nanti.

Dan akhirnya.
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang yang mengasihimu, Papa pun tersenyum bahagia.

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Sikecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi seseoarang yang luar biasa. Bahagiakanlah ia bersama pasangannya”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk,dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa telah menyelesaikan tugasnya.
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita, Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.

Read more: http://ceritainspirasiku.blogspot.com/2011/01/papa.html#more#ixzz1C1HAvs

Teringat lagi -__-""

Pagi ini .. aku terbangunkan .. mimpi-mimpi itu hadir lagi .. ingatan itu membangunkan aku lagi dari aku yang semula mulai berdiri kokoh .. entah apa yang membuat itu semua kembali hadirr . aku tak pernah meminta ingatan itu lagi . tapi dengan mudahnya dia kembali. semakin aku menolak, maka hati kecilku semakin ikut bereaksi. semakin aku mengatakan tak ingin, maka hatiku semakin yakin bahwa sebenanya "mungkin" masih ada asa dalam diri bahkan hati ini. Setiap aku berlari, maka ia mengejarku, setiap aku bersembunyi, maka ia kan menemukan tempat persembunyianku. Haruskah aku menunggu?? :(( .. Haruskah aku terlelah lagi .. But I don't know.. Every I thought of him .. I think He's my happiness :)))