senyuman antik :p

senyuman antik :p
1 senyuman dapat menghapus 10 kesedihan, jadi tersenyumlah hingga semua kesedihanmu terhapuskan ! :)

Sabtu, 14 Januari 2012

HUJAN dan AYAAAAAAAAAHHHHHH

Hal ini mengingatkan ku mengenai suatu fakta tentang hujan. Meskipun tak ada bukti ilmiah, namun para ilmuan menganggap jika,“di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu” :
Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu.
Pantas saja hujan sering mengingatkan ku tentang banyak hal dan banyak orang, terutama tentang masa kecil ku. Masa kecil yang bahagia. Ya, kali ini aku sedang rindu dengan masa kecil ku. Aku memang tumbuh di keluarga yang sederhana, Ayah dan Ibuku adalah orangtua yang cukup memanjakan ku, dan jujur terkadang sikap orang tua yang memanjakan terkadang membuat ku sering lupa menginjak tanah. Tapi dalam hal ini Ayah dan Ibu cukup tegas, maksud ku mereka akan mengingatkan ku tentang situasi dan kondisi yang kadang tak selalu sesuai dengan yang diharapkan.
Ketika SMP, aku adalah anak-anak pada umumnya, sangat umum, rasanya aku belum menemui kepribadian dalam hidup ku. Dulu aku pernah minta dibelikan sebuah tas, lalu Ayah bilang “tas untuk apalagi? bukannya kamu udah punya banyak?”, Ya, Ayah benar, tas untuk apa? Bukannya aku sudah punya banyak? Dan waktu itu aku langsung masuk kamar dan memikirkan banyak hal, sadar jika jangan-jangan selama ini aku selalu menyusahkan ayah. Lalu lima belas menit kemudian, Ayah mengintip ku di kamar (ini kebiasaan Ayah nomor 1), lalu Ia menghampiri ku dan berkata “memang mau beli tas yang seperti apa?”, dalam hati kecil ku, Oh Tuhan, kenapa Kau menciptakan lelaki ini terlalu baik? Aku bahkan tak tega untuk sekedar melihat wajahnya!, tapi aku hanya menjawab “tas ku udah banyak, jadi ya gausah, mungkin nanti saja, kalau udah butuh”, lagi-lagi he’s just too good to be mine, “Nanti setelah Maghrib ya, Ayah mau liat modelnya dulu”, itu hanya sebagian kecil cerita yang terjadi dalam hidupku, semoga aku tak menjadi anak pada umumnya lagi.
Ketika dewasa, aku perlahan kehilangan kemesraan dengan Ayah, ini sangat terlihat jelas, meskipun Ayah masih hobi mengintipku di kamar, dan masih hobi mencium ubun-ubun kepala ku, tapi intensitas bertemu pun mulai kurang. Jam sekolah yang padat, terutama saat aku menginjak kelas 3 SMA, plus jadwal bimbel yang membuat ku jarang berada di rumah. Jujur kadang aku benci menjadi dewasa, ya karena aku kehilangan ‘Quality Time’ ini, aku dan Ibu jarang belanja kebutuhan bersama lagi, karena aku baru pulang sekolah sore, aku dan Ayah hanya sering ketemu di akhir pekan, dan kalau-kalau akhir pekan aku tak ada jadwal, sungguh keterlaluan. Ya, aku hanya bisa bertemu pagi, sebelum berangkat sekolah, dan malam setelah Maghrib, saat makan malam. Aku sudah tak semesra dulu dengan Ayah. Tapi Ayah sangat memahami ku dengan baik, maksudnya Ayah tau jika sekarang aku adalah anak gadisnya yang sudah menginjak umur remaja, ya aku bukan anak-anak lagi, tapi aku sungguh rindu kemesraan itu Ayah! Sangat rindu bahkan! Aku rindu saat menghabiskan waktu kita berdua untuk sekedar makan malam diluar. Oh kadang dewasa tak menjamin hidup akan lebih bahagia dari sebelumnya.
Dan kau tau apa yang paling aku takutkan belakangan ini? Aku takut kehilangan mu, Aku takut kehilangan mu disaat aku tak ada di dekat mu lagi, Ayah. Sangat ku takuti jika hal itu terjadi. Aku mohon Tuhan, lindungi Ayah dan Ibuku saat aku tak dekat dengan nya.
Sampai pada satu waktu kau bilang jika kau ingin melihat ku menikah. Ah rasanya itu menusuk sekali Yah, hati ku seakan mengernyut, rasanya sesak, pikiranku tak karuan, aku takut jika tak bisa memenuhi keiinginan mu. Umur ku baru 19 tahun, Oktober kemarin, dan apa tak terlalu belia untuk bicara pernikahan Ayah? Aku baru lulus SMA 1,5 tahun lalu, apa tak terlalu dini untuk bicara rumah tangga? Tapi aku juga tak ingin mengecewakan mu, tolong beri aku waktu Yah. Aku tau mungkin kau sekedar becanda, tapi bagiku itu tak sekedar guyonan yang keluar begitu saja dari mulut mu, aku tau kau telah memikirkan soal itu belakangan.
Aku tak tau ingin berkomentar apa tentang guyonan mu itu, Ayah, yang jelas pernikahan bukan lah perihal yang mudah, dan menikah muda pun tak pernah terlintas dipikiran ku sebelumnya. Kalau begini ceritanya aku tentu saja memasukan pernikan pada ‘waiting list’ 4-5 tahun kedepan. Jodoh tak datang dari langit, tak turun bersama hujan sore ini, jadi aku benar-benar tak punya ide untuk hal ini. Semoga kau benar-benar bercanda Ayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar